![]() |
| Ilustrasi tumpukan sampah yang menggunung di TPA Bantar Gebang |
Kepala Dinas Lingkungan Hidup Kota Bekasi, Kiswatiningsih, menjelaskan bahwa, "berbagai tahapan persiapan proyek saat ini terus dimatangkan bersama pemerintah pusat. Persiapan tersebut mencakup penyediaan lahan, penyusunan dukungan infrastruktur, hingga koordinasi teknis menjelang dimulainya pembangunan. Groundbreaking proyek direncanakan berlangsung pada 8 Juli 2026," ujarnya
Pemkot Bekasi menyiapkan lahan seluas sekitar 5 hektare di area sekitar TPA Sumur Batu, dengan sekitar 4 hektare di antaranya telah tersedia. Kehadiran fasilitas pirolisis diharapkan mampu mengurangi volume sampah lama yang selama ini menjadi tantangan utama dalam pengelolaan lingkungan perkotaan.
Selain pembangunan fasilitas pirolisis, Pemerintah Kota Bekasi juga melanjutkan pengembangan proyek Pengolahan Sampah Menjadi Energi Listrik (PSEL) yang akan difokuskan untuk menangani sampah baru yang terus dihasilkan setiap hari. Dengan demikian, kedua fasilitas tersebut akan memiliki fungsi yang saling melengkapi dalam sistem pengelolaan sampah Kota Bekasi.
"Sebagai bagian dari dukungan terhadap proyek strategis tersebut, Pemkot Bekasi turut menyiapkan pelebaran akses jalan menuju kawasan PSEL sepanjang sekitar 700 meter," lanjutnya
Infrastruktur pendukung ini dinilai penting untuk menunjang mobilitas operasional dan kelancaran pembangunan fasilitas pengolahan sampah di masa mendatang.
Melalui integrasi teknologi pirolisis dan PSEL, Pemerintah Kota Bekasi menargetkan penanganan sampah lama maupun sampah baru dapat dilakukan secara lebih menyeluruh, sekaligus mendukung upaya pengurangan beban lingkungan serta pengembangan energi alternatif berbasis pengelolaan sampah.
[/Rangga Arif]
