Notification

×

Kategori Berita

Cari Berita

Iklan

Iklan

Prio Kustanto Edukasi Warga: Ubah Sampah Jadi Sumber Penghasilan

| Juni 19, 2026 WIB | 0 Views

Prio Kustanto sedang memberikan materi pengelolaan sampah kepada masyarakat

BEKASI – Persoalan sampah saat ini menjadi salah satu tantangan besar di lingkungan perkotaan, termasuk di Kota Bekasi. Volume sampah yang terus meningkat setiap hari belum sebanding dengan kapasitas pengelolaannya. Di sisi lain, masih banyak masyarakat yang memandang sampah sebagai barang yang tidak memiliki nilai.


Melihat kondisi tersebut, Yayasan Cahaya Insan Sejahtera menggelar kegiatan Ngobrol Bareng tentang Cuan melalui pelatihan pengelolaan sampah bertema “Dari Sampah Menjadi Cuan” yang berlangsung di Jalan Pulau Timor Raya RW 09, Kelurahan Aren Jaya, Kecamatan Bekasi Timur, pada Sabtu (20 Juni 2026)


Pada kegiatan tersebut, Prio Kustanto, dosen dari Universitas Bhayangkara Jakarta Raya hadir sebagai narasumber dan memberikan edukasi kepada masyarakat mengenai potensi besar pengelolaan sampah yang dapat memberikan manfaat ekonomi sekaligus menjaga lingkungan.


Menurut Prio Kustanto, tema “Dari Sampah Menjadi Cuan” dipilih karena pengelolaan sampah tidak hanya berkaitan dengan kebersihan lingkungan, tetapi juga dapat menjadi peluang usaha dan sumber pendapatan tambahan bagi masyarakat.


“Melalui kegiatan pengabdian masyarakat ini, kami ingin mengubah pola pikir masyarakat bahwa sampah bukan sekadar barang buangan. Sampah plastik maupun sampah organik sebenarnya memiliki potensi ekonomi yang cukup besar apabila dikelola dengan baik,” ujarnya.


Ia menjelaskan, pengelolaan sampah dapat dimulai dari skala rumah tangga. Sampah plastik yang telah dipilah dapat dijual ke bank sampah atau pengepul sesuai jenis dan kualitasnya. Selain itu, sampah plastik juga dapat diolah menjadi berbagai produk seperti kerajinan tangan, ecobrick, maupun bahan baku daur ulang.


Sementara itu, sampah organik dapat dimanfaatkan menjadi kompos, pupuk organik cair, budidaya maggot, hingga media tanam yang memiliki nilai jual. Menurutnya, peluang ini sangat terbuka bagi ibu rumah tangga untuk memperoleh penghasilan tambahan tanpa meninggalkan aktivitas utamanya di rumah.


Tidak hanya itu, bagi pelaku UMKM, pengelolaan sampah juga dapat membuka peluang usaha baru yang mendukung ekonomi sirkular dan berkelanjutan. Apabila dikelola secara bersama melalui kelompok masyarakat, RT/RW, maupun bank sampah, potensi ekonominya akan semakin besar karena volume pengelolaan meningkat dan biaya operasional menjadi lebih efisien.


Meski demikian, Prio menilai tantangan terbesar dalam pengelolaan sampah bukan hanya pada sarana, melainkan perubahan kebiasaan dan pola pikir masyarakat.


“Masih banyak yang menganggap pengelolaan sampah adalah tanggung jawab pemerintah semata. Padahal pengelolaan sampah harus dimulai dari sumbernya, yaitu rumah tangga,” jelasnya.


Ia juga menyampaikan bahwa edukasi yang berkelanjutan menjadi langkah penting agar masyarakat dapat melihat contoh nyata manfaat ekonomi dari pengelolaan sampah. Ketika masyarakat melihat adanya hasil dan tambahan penghasilan dari pengelolaan sampah, partisipasi warga biasanya akan semakin meningkat.


Sebagai dosen yang memiliki latar belakang di bidang teknologi informasi, Prio Kustanto juga menyoroti pentingnya pemanfaatan teknologi digital dalam mendukung pengelolaan sampah dan bank sampah.


Menurutnya, di era digital saat ini pengelolaan sampah tidak cukup dilakukan secara manual. Teknologi informasi dapat membantu meningkatkan efisiensi, transparansi, dan keberlanjutan program bank sampah.


Melalui sistem informasi atau aplikasi bank sampah, seluruh aktivitas dapat dicatat secara digital, mulai dari pendaftaran nasabah, pencatatan setoran sampah, proses penimbangan, pengelolaan saldo tabungan, hingga laporan transaksi.


“Dengan teknologi informasi, masyarakat, bukan  hanya  mendapatkan  manfaat lingkungan  dan  ekonomi,  tetapi  juga kemudahan   dalam mengakses  data tabungan    sampah   secara     real-time,” tambahnya.


Untuk menjaga keberlanjutan program, beberapa strategi yang didorong di antaranya pembentukan kelompok pengelola sampah atau bank sampah di tingkat RT, RW, maupun masjid, penyediaan sarana pemilahan sampah, membangun kerja sama dengan pengepul dan pelaku daur ulang, serta melakukan pendampingan secara berkala.


Melalui pelatihan ini, diharapkan dapat menjadi langkah awal lahirnya unit-unit usaha berbasis pengelolaan sampah yang mampu menciptakan lingkungan yang lebih bersih sekaligus meningkatkan kesejahteraan masyarakat.


Tentang Narasumber : Prio Kustanto
Dosen Program Studi Informatika, Universitas Bhayangkara Jakarta Raya, Praktisi Pemberdayaan Masyarakat dan Lingkungan
Narasumber Kegiatan "Ngobrol Bareng Tentang Cuan: Dari Sampah Menjadi Cuan"
Bekasi, 20 Juni 2026.

[/Agung Tazka]
×
Berita Terbaru Update