![]() |
| Ilustrasi penemuan diduga granat |
Menurut informasi yang dihimpun, benda tersebut pertama kali ditemukan oleh seorang warga yang berprofesi sebagai pemulung saat sedang memeriksa isi tong sampah. Bentuk benda yang menyerupai granat membuat penemu segera melaporkan temuannya kepada warga sekitar dan pihak berwenang.
Mendapat laporan tersebut, aparat Kepolisian bersama Tim Gegana atau Penjinak Bom (Jihandak) segera bergerak cepat menuju lokasi untuk melakukan pengamanan. Area sekitar lokasi penemuan sempat disterilkan guna mengantisipasi kemungkinan adanya potensi bahaya yang dapat mengancam keselamatan warga.
Petugas kemudian melakukan pemeriksaan dan evakuasi terhadap benda yang diduga granat tersebut sesuai prosedur keamanan yang berlaku. Hingga saat ini, pihak berwenang masih melakukan pendalaman untuk memastikan apakah benda tersebut masih aktif atau merupakan granat lama yang sudah tidak berfungsi.
Kehadiran Tim Gegana di tengah permukiman warga sempat menarik perhatian masyarakat sekitar. Banyak warga yang berkumpul untuk menyaksikan proses evakuasi, meski petugas terus mengimbau masyarakat agar menjaga jarak demi keselamatan bersama.
Pihak Kepolisian mengimbau masyarakat untuk tidak menyentuh atau memindahkan benda-benda mencurigakan yang ditemukan di lingkungan sekitar. Jika menemukan benda yang diduga berbahaya, warga diminta segera melaporkannya kepada aparat keamanan terdekat agar dapat ditangani secara profesional.
Perkembangan lebih lanjut mengenai status dan hasil pemeriksaan benda yang diduga granat nanas tersebut akan disampaikan melalui keterangan resmi dari Polres Metro Bekasi Kota setelah proses investigasi selesai dilakukan.
Peristiwa ini menjadi pengingat bagi masyarakat untuk selalu meningkatkan kewaspadaan dan segera melaporkan setiap temuan yang berpotensi membahayakan keamanan lingkungan. [Jrw]

