Notification

×

Iklan

Iklan

Kuliner Dadakan Musim Idul Kurban di Bekasi Timur, Warga Olah Daging Kurban Jadi Sajian Keluarga

Wednesday, May 27, 2026 | May 27, 2026 WIB | 0 Views Last Updated 2026-05-29T13:29:53Z

Foto Warga Duren Jaya sedang membuat sate dan sop
JabarAktual.Id (27 Mei 2026)-Musim Idul Adha atau yang kerap disebut Idul Kurban menghadirkan fenomena unik di tengah masyarakat. Selain menjadi momen ibadah dan berbagi, hari raya kurban juga identik dengan tradisi kuliner dadakan yang dilakukan warga di berbagai daerah, termasuk di kawasan Duren Jaya, Bekasi Timur.

Beragam olahan daging kurban pun dibuat oleh warga untuk disantap bersama keluarga. Mulai dari soto kaki sapi, sate kambing, hingga rendang dan empal menjadi menu favorit yang selalu hadir setiap tahunnya.


Salah satu warga Duren Jaya Bekasi Timur, Saanah, mengaku dirinya bersama keluarga sudah terbiasa mengolah kaki dan kulit sapi menjadi masakan sop sapi setiap momentum Idul Kurban.


Menurutnya, proses memasak kaki sapi membutuhkan waktu dan tenaga ekstra agar menghasilkan tekstur yang empuk dan lezat. Ia memilih menggunakan kayu bakar untuk merebus kaki sapi karena dipercaya membuat daging lebih empuk dan cita rasanya lebih nikmat.


“Setiap momen kurban kami sekeluarga sudah terbiasa mengolah kaki sapi dan kulitnya dimasak menjadi sop, walaupun kami harus bersusah payah mengolahnya,” ujar Saanah.


Ia menjelaskan, sebelum dimasak, kaki sapi harus dipanaskan terlebih dahulu untuk membersihkan bulu-bulu yang masih menempel.

“Pertama dipanaskan dulu, setelah itu baru dikerok rambutnya,” katanya.


Setelah daging dirasa empuk, kaki dan kulit sapi kemudian diolah menjadi soto kaki sapi yang disantap bersama keluarga di rumah.


Sementara itu, warga lainnya bernama Asep memiliki tradisi berbeda saat Hari Raya Kurban. Ia lebih memilih mengolah daging kambing menjadi sate kambing.


Menurut Asep, momen Idul Adha menjadi kesempatan menikmati sate kambing hasil olahan sendiri bersama keluarga.

“Lumayan, dapat daging kambing bisa kami buat sate buat lauk makan hari ini,” ujarnya.


Tidak hanya itu, warga lainnya, Agung bersama istrinya, juga memanfaatkan daging sapi kurban untuk diolah menjadi rendang dan empal, menu favorit keluarganya sejak lama.

“Keluarga saya penggemar rendang dan empal, makanya tiap tahun daging sapi kami buat rendang dan empal,” kata Agung.


Ia mengatakan, proses memasak dilakukan bersama sang istri menggunakan kayu bakar, sementara anak-anak mereka menunggu makanan matang sambil menonton televisi.


Fenomena kuliner dadakan saat Idul Kurban seperti ini tampaknya tidak hanya terjadi di Bekasi Timur, tetapi juga di berbagai daerah di Indonesia. Momen memasak bersama keluarga usai menerima daging kurban menjadi tradisi yang menghadirkan kebersamaan dan kehangatan di tengah perayaan Hari Raya Idul Adha. [Jrw]

×
Berita Terbaru Update